Sabtu, 09 Mei 2009

Manusia Bangettt.....

Selepas sholat magrib, saya duduk bersama istri, seperti biasa mencoba mengoreksi keimanan kami hari ini, Subhanallah… ternyata kami masih jauh bahkan sangat jauh dari nilai nilai yang diinginkan ALLAH, jauh dari ketaqwaan yang diharapkan ALLAH, bahkan mungkin hati ini penuh dengan kepentingan yang bukan merupakan perintah ALLAH. Hari hari ini penuh dengan kesibukan yang terkadang kita tidak tahu apakah kesibukan ini mendekatkan kita kepada ALLAH ataukah kesibukan ini hanya membuat kita jauh dari ALLAH, apakah padatnya acara kita ini untuk menambah pahala kita atau hanya sekedar untuk memuaskan hawa nafsu yang ada dalam diri ini, hanya untuk membuat kita puas, puas dan puas.

Tidak sedikit waktu yang kita yang lalui ini penuh dengan kesetresan, dihiasi dengan kecemasan bahkan ketakutan, yang membuat hidup ini sempit dan terasa semakin sempit, bukan karena kita tidak punya, bukan karena kita miskin papa. Tapi karena tidak ada kepuasan dalam hati. Subhanallah…

Marah terkadang menjadi satu satunya senjata utama, benci menjadi pemuas hati, iri dijadikan pelengkap wibawa diri, tidak boleh ada orang yang lebih dari kita, dunia mau kita rengkuh semuanya, MasyaAllah…

Begitu banyaknya keinginan kita, begitu bertumpuknya kemauan yang ada, seolah semua ingin kita gapai dan kita miliki, sampai sampai tanpa kita sadari banyak cara yang sudah ditempuh tidak sesuai dengan keinginan ALLAH, yang penting itu bisa dimiliki karena dengan itu kita merasa bisa bahagia dan orang akan memandang kita, atau kita dianggap orang yang yang terpandang, untuk menggapai itu semua apapun dikerjakan, sampai terasa lelah badan ini, tapi kenapa tidak pernah puas, Astagfirulloh…. Ternyata sudah seperti pepatah bilang, terengah engah mengejar dunia.

Kami merenung sejenak, manusia banget kami ini, begitu mudah digoyah, lalu terhempas, jauh…jauh dan semakin jauh, hanya ALLAH lah tempat kembali, hanya ALLAH lah yang bisa menetapkan hati, bukankah hanya dengan mengingat ALLAH hati ini menjadi tenang????

Tidak salah jika berusaha untuk mendapatkan dunia, bahkan itu merupakan perintah ALLAH untuk menjadikan kehidupan dunia ini menjadi bahagia, dan itu yang selalu terlontar dalam doa kita, harapan yang selalu kita panjatkan kepada Sang Maha Kaya….ALLAH SWT. Akan tetapi ketika menjadikan dunia sebagai tujuan, yang selalu mengusik hati, menghiasi mimpi, bahkan waktu habis hanya untuk itu semata atau lebih dari itu, ini yang bisa berbahaya.

Apalagi kalau itu membelokkan kita dari niat ibadah kepada ALLAH, sholat tidak lagi khusyu, zikir tidak lagi mendatangkan ketenangan, zakat tidak membuat harta menjadi lebih berkah, sholat malam menjadi susah, puasa berat, karena memang selalu yang ada dalam pikiran kita ini hanya dunia, dunia yang harus kita rengkuh semuanya, ya semuanya. Terkadang kita sudah duduk di atas mobil, tapi masih terasa susah, atau adakalanya kita sudah didalam rumah tapi masih merasa resah, betulkah ini karena dunia sudah menguasai hati kita?

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ(14)

“Dibuat indah bagi manusia kecintaan terhadap wanita wanita, anak anak, harta yang melimpah ruah dari emas, perak, kuda kuda yang baik dan binatang ternak serta tanaman tanaman, itu merupakan kenikmatan kehidupan dunia dan disisi ALLAH ada tempat kembali yang baik” QS.Ali Imron 14

Memang ternyata itu semua dibuat indah, dan dengan keindahan itu ada yang sengsara, timbul fitnah, pecah silaturahmi, keretakan keharmonisan keluarga, dan akhirnya bukan kebahagiaan yang dia dapat tapi malapetaka…

Tetapi ada yang dengan keindahan itu dia semakin sadar kalau itu hanya ujian, yang harus ia jalani dengan cerdas, dia tidak terlena, dia tidak tersiksa, dia yakin disana ada yang lebih baik, yang sudah ALLAH siapakan, dia tidak mau menukarkan janji baik ALLAH hanya dengan kenikmatan sesaat ini, yang hanya sementara ini, yang hanya beberapa tahun ini.

Semoga ALLAH menjadikan hati kita cinta kepada apa apa yang ALLAH cintai sehingga ALLAH pada akhirnya cinta kepada kita, dan memasukkan kita ke dalam golongan hambaNya yang Ia cintai.

قُلْ أَؤُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرٍ مِنْ ذَلِكُمْ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَأَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ (15) [آل عمران : 14 ، 15]

“Katakanlah (wahai Muhammad) apakah aku boleh memberitakan tentang hal yang lebih baik dari itu semua (dunia) bagi mereka yang bertakwa, telah disiapkan disisi Tuhannya syurga yang dibawahnya mengalir sungai sungai, mereka kekal didalamnya, serta bagi mereka istri istri yang suci dan keridhaan dari ALLAH. Dan ALLAH Maha Mengetahui apa yang dilakukan hambaNya”

Semoga ayat ini bisa membuat hati kita menjadi lebih tenang dan lebih semangat untuk meraih ridhoNya…. Amin

0 komentar:

Poskan Komentar