Beberapa pekan lalu ALLAH SAW memberikan kesempatan kepada saya melalui Dangau Aulia untuk mengunjungi Negeri Kelantan di Malaysia, negeri yang terkenal dengan sebutan serambi Mekkah ini begitu banyak memberikan pelajaran buat saya, walaupun sebenarnya sudah beberapa kali mengunjunginya akan tetapi tetap saja selalu ada hal yang baru yang membuat hati ini terkesima dibuatnya.
Negeri Kelantan Darul Naim merupakan salah satu negeri dari 13 negeri yang ada di Malaysia. Negeri ini luasnya sekitar 14.922 Km2 dari luas Malaysia keseluruhan 336.700Km2. Negeri Kelantan kaya akan sumber asli yang merupakan pendapatan utama penduduknya. Di Kelantan ada 10 jajahan pentadbiran , kalau di Indonesia kita sebut kabupaten, pentadbiran Kota Bharu, Pasir Mas, Tumpat, Pasir Puteh, Bachok, Kuala Krai, Machong, Tanah Merah, Jeli dan Gua Musang. Jumlah penduduk Negeri Kelantan mencapai 1,4 juta jiwa terdiri dari bangsa Melayu, Cina, India dan Siyam. Karena sebagian besar daerahnya terletak ditepi laut maka daerah ini relative identik dengan suhu yang panas, suhu rata-rata berkisar 21°C - 32°C.
Di Malaysia, Kelantan terkenal dengan Negeri yang mayoritas penduduknya taat beribadah karena negeri ini masih menjadikan Islam sebagai sandaran Perundang undangan. Negeri yang dipimpin oleh seorang ulama kharismatik ini mampu untuk menangkal bebagai macam upaya westernisasi yang gencar dilakukan oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab.
Udara panas Kelantan langsung terasa ketika saya keluar dari pesawat yang membawa kami terbang dari Kuala Lumpur, udara dan suasana yang khas, suasana daerah pesisir yang kental nuansa keislaman. Malam itu kami di jemput oleh beberapa orang sahabat yang ada di Kelantan, keramahan mereka membuat rasa penat perjalanan ini hilang, semangat dakwah terpancar dari wajah mereka yang otomatis menggerakkan hati kami untuk lebih semangat lagi, karena memang seperti biasa tujuan kami datang ke Negeri Serambi Mekkah ini murni untuk kegiatan dakwah, kali ini kami diberi amanah untuk mencoba berbagi ilmu dengan sahabat sahabat yang ada di Kelantan dengan cara mengajarkan mereka metode baca Alquran terbaru yang kami beri nama metode Al Jauhar, metode yang insyaALLAH membantu seseorang untuk bisa membaca Alquran dalam waktu enam jam walaupun dia sebelumnya tidak mengenal sama sekali huruf arab alias buta huruf Alquran.
Metode cepat belajar Alquran Al Jauhar merupakan terobosan baru dalam dunia pengajaran Alquran, metode ini menitik beratkan pada kesamaan huruf arab dan huruf latin, sehingga peserta didik yang sudah hafal huruf latin akan dengan sangat mudah menghafal huruf arab dan dengan bantuan dari tim Al Jauhar maka peserta didik akan cepat mengetahui rumus membaca Alquran.
Kegiatan pelatihan kami kali ini di Negeri Kelantan termasuk sangat mengejutkan karena ternyata peserta yang hadir terdiri dari berbagai elemen, ada pendidik, pekerja, aktivis social, kalangan pemerintahan bahkan ada peserta yang berasal dari suku asli yang biasa mereka sebut suku anak dalam. Alhamdulilah pelatihan berjalan baik, bahkan dalam setiap sesinya kami mendapatkan pengalaman yang sangat berharga dari saudara saudara kami di negeri Kelantan.
Keikhlasan, ya keikhlasan itu yang selalu terlihat dalam setiap perjalanan kegiatan ini, mulai dari penyelenggara yang dalam hal ini langsung ditangani oleh beliau yang kami hormati Datuk Wan Arif Wan Hamzah, sungguh beliau adalah sosok yang sangat luar biasa dalam perjuangan dakwah ini, beliau memang tidak terlalu pandai dalam hal agama atau bahkan beliau tidak piawai berbicara seperti layaknya para ustadz akan tetapi keikhlasan dan kedermawanan beliau ketika beribadah dengan harta, ilmu dan kekuasaannya perlu menjadi teladan para dai yang mungkin saat ini baru pada tataran menyampaikan saja, satu yg membuat beliau terus tetap bersemangat, beliau ingin semua penduduk Kelantan bisa baca Alquran dengan lancer, beliau sanggup berkorban apapun, subhanallah.
Di wajah pesertapun tersirat bahwa jauhnya jarak yang mereka tempuh bukan menjadi penghalang untuk menuntut ilmu, berbeda status social juga bukan rintangan, disana ada satpam, ada tukang kebersihan, tap disana juga ada manajer, pengusaha bahkan anak datuk pun jauh jauh dari kuala lumpur datang untuk mengikuti program ini, dan ketika mereka berkumpul, tidak ada lagi sekat diantara mereka, semua khusyuk dan saling menghormati, seolah mereka satu strata tanpa ada beda. Semangat ini terus terpancar hingga akhir acara, dan sewaktu pemaparan agenda dakwah kedepan selepas pelatihan sungguh diluar dugaan kami, mereka bertambah menggebu gebu untuk bisa menjadi juru ajar agar semua orang Kelantan bisa membaca Alquran.
Selamat berjuang sahabatku, semoga ALLAH meridhoi usaha dakwah kita bersama. Amin.
ALLAHU AKBAR!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar